: : Emboech ™ : :

Berdoalah kepada Allah, niscaya Allah kabulkan

  • GSalaf

  • Blog ini bersih…

  • Hak Cipta

    Page copy protected against web site content infringement by Copyscape
  • Sekarang tanggal berapa??

  • Yuk Ngeblog

    Yuk.Ngeblog.web.id
  • Bloggerian Top Hits 100 Blog Indonesia Terbaik
  • Counter Powered by  RedCounter
  • Polling

  • Feedjit





  • Free Gaza!!!

  • Tulisan terkirim dikaitan (tagged) ‘Microsoft’

    Apple vs. Microsoft: Multi-touch Mouse Comparison

    Ditulis oleh Ahmad Fauzi di/pada 24 November 2009

    Both Apple and Microsoft have introduced mice with “multi-touch” sensing.  This is arguably the first substantial improvement to the mouse since it was invented in 1968 by Doug Englebart.  Apple’s product, the Magic Mouse, is commercially available for $69.  Microsoft has 5 prototype mice that are still in the R & D stage.

    Regular mice only allow movement via the palm and the clicking of a left, right, and middle mouse button.

    Why not detect inputs from all 5 fingers all over and around the surface of the mouse?  Multi-touch sensing technology for touch screens has allowed detection of multiple simultaneous presses all over a display screen.  A multi-touch mouse simply applies multi-touch technology on a mouse.

    This article will compare the Apple and Microsoft offerings.

    Apple: Magic Mouse

    The Magic Mouse is a straightforward application of multi-touch to mousing and is a tame improvement compared with Microsoft’s more radical designs.  The Magic Mouse is based on a regular mouse body but covers the top with capacitive sensors.  These sensors are the same that would be used in standard touch screens, like on the iPhone.

    These sensors detect where your fingers are on the mouse and whether you are pressing down on the mouse.  So one of the new things you can do is perform a “click” by pressing anywhere on the mouse.  Also, you can scroll windows both vertically and horizontally by swiping your fingers up and down or left and right, respectively.  Finally, you can scroll through different files by swiping with two fingers.

    It is not clear if the Magic Mouse can detect more than two fingers at a time. Currently, only gestures using one or two fingers are used in Apple’s applications; however, the Magic Mouse is capable of detecting at least five fingers simultaneously.

    Microsoft: Five Prototypes

    Researchers at Microsoft developed 5 prototype mice with multi-touch technology.  The researchers used multiple designs to experiment with bolder possibilities.

    One of the designs was almost identical to the Magic Mouse.  Prototype three (the “Cap Mouse) also uses capacitive sensors.  It is demonstrated at 1:58 in the following video.  The researchers said that in user tests the similarity between Cap Mouse and existing mice caused testers to use it in a traditional way and not take advantage of all the advantages of multi-touch.

    Video Gaming

    As shown at 1:30 in the video, the second prototype (the “Orb Mouse”) has special features for navigation in a 3D first-person shooter.  The Orb Mouse consists of a standard mouse with an infrared camera mounted inside and pointed at a hemispherical mirror, which allows it to see the entire surface of the mouse.  It can detect exactly where all your fingers are touching the mouse.

    Moving the body of the mouse moves your character forward and backward and turns you left and right.  Sliding your fingers sideways on the surface of the mouse causes you to strafe.  Moving your fingers up and down causes you to jump.  Rolling your palm on the surface of the mouse causes you to lean left and right.

    In this way, everything you used to need a keyboard and mouse for you can now do with just a mouse.

    3D Manipulation

    At 4:20, the fifth prototype (the “Arty Mouse” short for “Articulated Mouse”) is used to show multi-touch can make it easier to manipulate 3D objects.  The Arty Mouse has two articulated arms.  It works by having three optical sensors, one under the body as usual and one under each arm.  It does not detect touches on the body of the mouse itself.  The researchers reported that the Arty Mouse received the best reviews from the testers out of all five mice.  It was reported to be the easiest to use and most physically comfortable.

    If you move the right arm in and out it spins the 3D object vertically, but if you move the left arm back and forth it spins the object horizontally.  Twisting the two arms around each other will spin the object in the plane.

    Scaling

    Another interesting application of the mice is scaling images.  This is demonstrated at 3:25 in the video using the fourth prototype (the “Side Mouse”).  The Side Mouse consists of a standard mouse with an infrared camera viewing the sides around the mouse.  It does not detect the position of your fingers on the mouse itself but their position around the mouse.

    The video shows how scaling out is performed by pressing down with two fingers and moving them apart.  Scaling in is performed by moving the two fingers closer together.  This is much like on the iPhone, but this mouse would allow you to do it on your computer.

    Microsoft Surface on Your PC

    At 0:37, the first prototype (the “FTIR Mouse”) is used to show how Microsoft Surface applications can be controlled on the PC with multi-touch.  This mouse detects multi-touch using Frustrated Total Internal Reflection.  Infrared light is shot through a transparent acrylic surface where the user puts his fingers.  When a finger touches the acrylic it scatters the infrared light.  A camera in the body of the mouse detects the scattering and can determine where your fingers are.

    The simple demonstration in the video shows how multi-touch detection allows controlling applications for the Microsoft Surface on your PC.  The Surface is a table-size device controlled via a standard multi-touch screen.  With a multi-touch mouse, the Surface’s touch screen control system can be simulated.


    Ditulis dalam Blogroll | Bertanda: , , , | 1 Komentar »

    Windows Mobile 6.5, Lebih Ramah Sentuhan Jemari

    Ditulis oleh Ahmad Fauzi di/pada 27 Maret 2009

    MICROSOFT Windows Mobile 6.5 memiliki menu honeycomb yang menampilkan ikon dalam bentuk cukup besar sehingga memudahkan pengguna mengakses aplikasi dengan jemari tanpa stylus.

    Produsen software terbesar dunia Microsoft Corp memperkenalkan sistem operasi baru untuk smartphone. Bernama Windows Mobile (WM) 6.5, sistem operasi baru itu dirancang untuk memudahkan pengguna smartphone layar sentuh mengoperasikan gadget mereka dengan jemari.

    Versi WM terdahulu memang sudah mendukung operasi layar sentuh. Namun begitu, WM lama tidak terlalu ramah dengan operasi jemari. Sebab, menu dan ikon pada WM lama terlalu kecil. Karena itu, agar pengguna tidak salah sentuh, pengguna harus menggunakan stylus.

    Bagi sebagian orang, penggunaan stylus memang bermanfaat. Antara lain, pengguna bisa menjaga kebersihan layar dari noda sidik jari. Namun, bagi sebagian yang lain, penggunaan stylus merepotkan karena mereka tidak bisa mengoperasikan smartphone dengan satu tangan saja.

    Karena WM versi lama tidak ramah terhadap jemari, para produsen smartphone seperti produsen smartphone terbesar keempat dunia HTC Corp harus melakukan kustomisasi terhadap WM versi lama agar smartphone HTC bersistem operasi WM bisa bersaing dengan smartphone yang lebih finger-centric seperti iPhone produksi Apple Inc.

    Bentuk kustomisasi WM versi lama oleh HTC adalah user interface (UI) TouchFLO. Dengan UI tersebut, pengguna smartphone HTC bersistem operasi WM versi lama bisa lebih nyaman menggunakan jemari karena mereka bisa berinteraksi dengan smartphone melalui ikon-ikon besar berpenampilan dua dimensi (TouchFLO 2D) atau tiga dimensi (TouchFLO 3D). UI mirip TouchFLO dari HTC itulah yang ditawarkan Microsoft melalui WM6.5.

    Pada sistem operasi terbaru itu, ketika pengguna smartphone menekan tombol “Start”, maka yang tampil bukan lagi daftar program dalam tampilan drop-down, melainkan ikon-ikon program dalam tatanan mirip sarang lebah (honeycomb). Dalam menu honeycomb, ikon-ikon program ditampilkan dalam bentuk cukup besar sehingga mudah diakses dengan jari.

    Bahkan, oleh ibu jari pria dewasa. Alhasil, pengguna bisa mengoperasikan smartphone WM6.5 dengan satu tangan saja karena tidak perlu lagi menggunakan stylus. Namun begitu, WM6.5 masih mengakomodasi penggunaan stylus. Penyebabnya, Director of Marketing Mobile Communication Business Microsoft APAC Lena Goh menjelaskan, sebagian penduduk Asia masih suka mengoperasikan smartphone layar sentuh menggunakan stylus.

    “Para pengguna smartphone layar sentuh di China lebih suka menggunakan stylus karena mereka bisa menuliskan huruf-huruf China dengan cepat melalui fitur pengenal tulisan tangan seperti Letter Recognizer,” tutur Goh.

    Alasan yang diungkapkan Goh selaras dengan penilaian para analis. Vice President Strategic Technologies Practice Strategy Analytics Inc Steve Entwistle mengungkapkan, konsumen di negara-negara Asia memang lebih suka menggunakan stylus daripada jemari ketika menggunakan layar sentuh.

    Guna lebih memudahkan pengguna mengoperasikan smartphone bersistem operasi WM6.5, Microsoft juga menanam fitur Lock Screen pada sistem operasi baru itu. Ketika Lock Screen aktif, maka muncul tanda gembok besar di sisi atas-tengah desktop WM6.5. Di bawah ikon Lock tersebut, berjajar ke bawah sejumlah ikon besar untuk aplikasi-aplikasi yang paling sering diakses pengguna.

    Misalnya ikon SMS, telepon, dan e-mail. Dengan begitu, pengguna bisa merespons komunikasi lebih cepat ketika smartphone berada dalam keadaan standby dan terkunci. Bersamaan dengan peluncuran WM6.5, Microsoft memperkenalkan pula layanan online baru bernama My Phone.

    Dengan layanan online tersebut, pengguna bisa mem-backup data dalam smartphone, seperti daftar kontak, SMS, hingga foto dan video secara online. Microsoft menyajikan layanan My Phone secara gratis. Pengguna bisa memperoleh ruang penyimpanan online berkapasitas 200 MB.

    Ketika pengguna WM6.5 memanfaatkan layanan itu, maka data bisa di-backup sehingga tidak ikut hilang apabila smartphone hilang. Pada WM6.5, Microsoft juga berupaya memperbaiki pengalaman pengguna smartphone dalam mengakses internet. Di sistem operasi baru itu, Microsoft menanam browser Internet Explorer Mobile yang dilengkapi plug-in Flash Lite produksi Adobe Systems Inc.

    Dengan Flash Lite, smartphone WM6.5 mampu menampilkan halaman-halaman web dengan kualitas setara dengan halaman web yang ditampilkan pada komputer desktop. Di samping itu, browser Internet Explorer Mobile juga memungkinkan pengguna melakukan pencarian dalam address bar pada browser tersebut.

    Pengguna pun bisa lebih cepat menemukan situs yang dicari karena Internet Explorer Mobile mampu memberikan saran-saran auto-complete. Prosesnya, pengguna tidak perlu lagi mengetikkan nama lengkap situs yang hendak dibuka karena Internet Explorer Mobile mampu memberikan saran berupa nama-nama situs saat pengguna mengetikkan beberapa huruf. Selanjutnya, pengguna tinggal klik situs yang diinginkan.

    Dalam industri sistem operasi smartphone global, WM produksi Microsoft menempati posisi terbesar ketiga dunia pada 2008, di belakang Symbian dan Research In Motion (RIM). Microsoft memang harus segera merilis sistem operasi baru apabila tidak ingin disalip Mac OS X dari Apple, yang digunakan iPhone. Pada 2008, pangsa pasar global MW dan Mac OS X memang terpaut cukup tipis.

    Menurut firma riset Gartner Inc, pangsa pasar global WM pada 2008 adalah 11,8%, turun dari 12,0% pada 2007. Adapun pangsa pasar global Mac OS X pada 2008 adalah 8,2%, melonjak dari 2,7% pada 2007. WM berisiko disalip Mac OS X karena sistem operasi iPhone itu bertumbuh sangat pesat, seiring peningkatan cepat penjualan iPhone. Gartner menegaskan, pada 2008 volume penjualan smartphone global bertumbuh 13,9% per tahun.

    Pada saat itu, WM hanya bertumbuh 12,2% sedangkan Mac OS X bertumbuh 245,7%. Microsoft beruntung karena pada awal tahun ini mendapatkan sejumlah mitra baru yang siap menggunakan WM pada smartphone mereka. Antara lain produsen ponsel terbesar ketiga dunia LG Electronics Inc.

    Dalam pernyataan bersama, LG dan Microsoft menyatakan, kerja sama ini akan meningkatkan sepuluh kali lipat volume produksi ponsel LG yang menggunakan sistem operasi WM pada 2009. LG pun berencana merilis hingga 26 jenis ponsel baru yang bersistem operasi Windows Mobile hingga 2012.

    “Platform Windows adalah software ramah pengguna dan fleksibel yang memiliki integrasi kuat dengan web dan PC (personal computer) sehingga ponsel-ponsel kami akan memiliki lebih banyak fungsi untuk memenuhi kebutuhan pengguna yang semakin meningkat,” ujar Chief Executive Officer LG Electronics Inc Yong Nam.

    Melalui kerja sama ini, LG dan Microsoft juga akan membentuk tim penelitian dan pengembangan (R&D) gabungan antara para ahli LG dan Microsoft. Tim itu bertugas menjajaki kemungkinan-kemungkinan baru dalam integrasi hardwareLG dan software Microsoft. Ponsel pertama LG yang akan menggunakan sistem operasi Windows Mobile adalah LG-GM730. LG berencana merilis ponsel itu pada pertengahan 2009.

    LG mengungkapkan, LG-GM730 adalah ponsel istimewa karena berketebalan hanya 11,9 mm. Pada LG-GM730, LG bereksperimen mengintegrasikan 3D S-Class UI, seperti yang ada pada LG Arena, dengan sistem operasi WM. LG belum mengungkap detail LG-GM730. Namun, LG berharap LG-GM730 lebih mudah dan nyaman dioperasikan karena menggunakan Windows Mobile.

    “Kombinasi Windows Mobile dengan 3D S-Class UI akan menjadikan LG-GM730 sebagai smartphone yang paling fungsional dan mudah digunakan. Pada tahun ini, kami akan meluncurkan sejumlah smartphone yang menggunakan formula kombinasi ini,” ungkap President & Chief Executive Officer LG Electronics Mobile Communications Co Dr Skott Ahn.

    Di samping LG, mitra baru Microsoft dalam industri smartphone adalah Acer Inc. Sebagai produsen PC terbesar ketiga dunia, Acer memang sudah lama bermitra dengan Microsoft melalui penggunaan sistem operasi Windows. Saat Acer terjun ke industri smartphone pada awal tahun ini, Acer ternyata juga menggunakan sistem operasi WM pada smartphone yang diproduksinya. Acer berencana merilis hingga sepuluh jenis smartphone bersistem operasi WM pada 2009 saja.

    Di samping LG dan Acer, ada satu lagi pendukung baru WM yang potensial untuk mendongkrak pangsa pasar global WM, yaitu aliansi produsen alat navigasi GPS terbesar dunia Garmin Ltd dan produsen motherboard terbesar dunia ASUSTeK Computer Inc (Asus). Pada awal tahun ini, aliansi itu memperkenalkan smartphone WM bernama Garmin-Asus nuvifone M20.

    Sumber : www.okezone.com

    Ditulis dalam Gadget, Komputer, Microsoft, Teknologi | Bertanda: , , , | Leave a Comment »

    Windows Mobile 6.5, Lebih Ramah Sentuhan Jemari

    Ditulis oleh Ahmad Fauzi di/pada 27 Maret 2009

    MICROSOFT Windows Mobile 6.5 memiliki menu honeycomb yang menampilkan ikon dalam bentuk cukup besar sehingga memudahkan pengguna mengakses aplikasi dengan jemari tanpa stylus.

    Produsen software terbesar dunia Microsoft Corp memperkenalkan sistem operasi baru untuk smartphone. Bernama Windows Mobile (WM) 6.5, sistem operasi baru itu dirancang untuk memudahkan pengguna smartphone layar sentuh mengoperasikan gadget mereka dengan jemari.

    Versi WM terdahulu memang sudah mendukung operasi layar sentuh. Namun begitu, WM lama tidak terlalu ramah dengan operasi jemari. Sebab, menu dan ikon pada WM lama terlalu kecil. Karena itu, agar pengguna tidak salah sentuh, pengguna harus menggunakan stylus.

    Bagi sebagian orang, penggunaan stylus memang bermanfaat. Antara lain, pengguna bisa menjaga kebersihan layar dari noda sidik jari. Namun, bagi sebagian yang lain, penggunaan stylus merepotkan karena mereka tidak bisa mengoperasikan smartphone dengan satu tangan saja.

    Karena WM versi lama tidak ramah terhadap jemari, para produsen smartphone seperti produsen smartphone terbesar keempat dunia HTC Corp harus melakukan kustomisasi terhadap WM versi lama agar smartphone HTC bersistem operasi WM bisa bersaing dengan smartphone yang lebih finger-centric seperti iPhone produksi Apple Inc.

    Bentuk kustomisasi WM versi lama oleh HTC adalah user interface (UI) TouchFLO. Dengan UI tersebut, pengguna smartphone HTC bersistem operasi WM versi lama bisa lebih nyaman menggunakan jemari karena mereka bisa berinteraksi dengan smartphone melalui ikon-ikon besar berpenampilan dua dimensi (TouchFLO 2D) atau tiga dimensi (TouchFLO 3D). UI mirip TouchFLO dari HTC itulah yang ditawarkan Microsoft melalui WM6.5.

    Pada sistem operasi terbaru itu, ketika pengguna smartphone menekan tombol “Start”, maka yang tampil bukan lagi daftar program dalam tampilan drop-down, melainkan ikon-ikon program dalam tatanan mirip sarang lebah (honeycomb). Dalam menu honeycomb, ikon-ikon program ditampilkan dalam bentuk cukup besar sehingga mudah diakses dengan jari.

    Bahkan, oleh ibu jari pria dewasa. Alhasil, pengguna bisa mengoperasikan smartphone WM6.5 dengan satu tangan saja karena tidak perlu lagi menggunakan stylus. Namun begitu, WM6.5 masih mengakomodasi penggunaan stylus. Penyebabnya, Director of Marketing Mobile Communication Business Microsoft APAC Lena Goh menjelaskan, sebagian penduduk Asia masih suka mengoperasikan smartphone layar sentuh menggunakan stylus.

    “Para pengguna smartphone layar sentuh di China lebih suka menggunakan stylus karena mereka bisa menuliskan huruf-huruf China dengan cepat melalui fitur pengenal tulisan tangan seperti Letter Recognizer,” tutur Goh.

    Alasan yang diungkapkan Goh selaras dengan penilaian para analis. Vice President Strategic Technologies Practice Strategy Analytics Inc Steve Entwistle mengungkapkan, konsumen di negara-negara Asia memang lebih suka menggunakan stylus daripada jemari ketika menggunakan layar sentuh.

    Guna lebih memudahkan pengguna mengoperasikan smartphone bersistem operasi WM6.5, Microsoft juga menanam fitur Lock Screen pada sistem operasi baru itu. Ketika Lock Screen aktif, maka muncul tanda gembok besar di sisi atas-tengah desktop WM6.5. Di bawah ikon Lock tersebut, berjajar ke bawah sejumlah ikon besar untuk aplikasi-aplikasi yang paling sering diakses pengguna.

    Misalnya ikon SMS, telepon, dan e-mail. Dengan begitu, pengguna bisa merespons komunikasi lebih cepat ketika smartphone berada dalam keadaan standby dan terkunci. Bersamaan dengan peluncuran WM6.5, Microsoft memperkenalkan pula layanan online baru bernama My Phone.

    Dengan layanan online tersebut, pengguna bisa mem-backup data dalam smartphone, seperti daftar kontak, SMS, hingga foto dan video secara online. Microsoft menyajikan layanan My Phone secara gratis. Pengguna bisa memperoleh ruang penyimpanan online berkapasitas 200 MB.

    Ketika pengguna WM6.5 memanfaatkan layanan itu, maka data bisa di-backup sehingga tidak ikut hilang apabila smartphone hilang. Pada WM6.5, Microsoft juga berupaya memperbaiki pengalaman pengguna smartphone dalam mengakses internet. Di sistem operasi baru itu, Microsoft menanam browser Internet Explorer Mobile yang dilengkapi plug-in Flash Lite produksi Adobe Systems Inc.

    Dengan Flash Lite, smartphone WM6.5 mampu menampilkan halaman-halaman web dengan kualitas setara dengan halaman web yang ditampilkan pada komputer desktop. Di samping itu, browser Internet Explorer Mobile juga memungkinkan pengguna melakukan pencarian dalam address bar pada browser tersebut.

    Pengguna pun bisa lebih cepat menemukan situs yang dicari karena Internet Explorer Mobile mampu memberikan saran-saran auto-complete. Prosesnya, pengguna tidak perlu lagi mengetikkan nama lengkap situs yang hendak dibuka karena Internet Explorer Mobile mampu memberikan saran berupa nama-nama situs saat pengguna mengetikkan beberapa huruf. Selanjutnya, pengguna tinggal klik situs yang diinginkan.

    Dalam industri sistem operasi smartphone global, WM produksi Microsoft menempati posisi terbesar ketiga dunia pada 2008, di belakang Symbian dan Research In Motion (RIM). Microsoft memang harus segera merilis sistem operasi baru apabila tidak ingin disalip Mac OS X dari Apple, yang digunakan iPhone. Pada 2008, pangsa pasar global MW dan Mac OS X memang terpaut cukup tipis.

    Menurut firma riset Gartner Inc, pangsa pasar global WM pada 2008 adalah 11,8%, turun dari 12,0% pada 2007. Adapun pangsa pasar global Mac OS X pada 2008 adalah 8,2%, melonjak dari 2,7% pada 2007. WM berisiko disalip Mac OS X karena sistem operasi iPhone itu bertumbuh sangat pesat, seiring peningkatan cepat penjualan iPhone. Gartner menegaskan, pada 2008 volume penjualan smartphone global bertumbuh 13,9% per tahun.

    Pada saat itu, WM hanya bertumbuh 12,2% sedangkan Mac OS X bertumbuh 245,7%. Microsoft beruntung karena pada awal tahun ini mendapatkan sejumlah mitra baru yang siap menggunakan WM pada smartphone mereka. Antara lain produsen ponsel terbesar ketiga dunia LG Electronics Inc.

    Dalam pernyataan bersama, LG dan Microsoft menyatakan, kerja sama ini akan meningkatkan sepuluh kali lipat volume produksi ponsel LG yang menggunakan sistem operasi WM pada 2009. LG pun berencana merilis hingga 26 jenis ponsel baru yang bersistem operasi Windows Mobile hingga 2012.

    “Platform Windows adalah software ramah pengguna dan fleksibel yang memiliki integrasi kuat dengan web dan PC (personal computer) sehingga ponsel-ponsel kami akan memiliki lebih banyak fungsi untuk memenuhi kebutuhan pengguna yang semakin meningkat,” ujar Chief Executive Officer LG Electronics Inc Yong Nam.

    Melalui kerja sama ini, LG dan Microsoft juga akan membentuk tim penelitian dan pengembangan (R&D) gabungan antara para ahli LG dan Microsoft. Tim itu bertugas menjajaki kemungkinan-kemungkinan baru dalam integrasi hardwareLG dan software Microsoft. Ponsel pertama LG yang akan menggunakan sistem operasi Windows Mobile adalah LG-GM730. LG berencana merilis ponsel itu pada pertengahan 2009.

    LG mengungkapkan, LG-GM730 adalah ponsel istimewa karena berketebalan hanya 11,9 mm. Pada LG-GM730, LG bereksperimen mengintegrasikan 3D S-Class UI, seperti yang ada pada LG Arena, dengan sistem operasi WM. LG belum mengungkap detail LG-GM730. Namun, LG berharap LG-GM730 lebih mudah dan nyaman dioperasikan karena menggunakan Windows Mobile.

    “Kombinasi Windows Mobile dengan 3D S-Class UI akan menjadikan LG-GM730 sebagai smartphone yang paling fungsional dan mudah digunakan. Pada tahun ini, kami akan meluncurkan sejumlah smartphone yang menggunakan formula kombinasi ini,” ungkap President & Chief Executive Officer LG Electronics Mobile Communications Co Dr Skott Ahn.

    Di samping LG, mitra baru Microsoft dalam industri smartphone adalah Acer Inc. Sebagai produsen PC terbesar ketiga dunia, Acer memang sudah lama bermitra dengan Microsoft melalui penggunaan sistem operasi Windows. Saat Acer terjun ke industri smartphone pada awal tahun ini, Acer ternyata juga menggunakan sistem operasi WM pada smartphone yang diproduksinya. Acer berencana merilis hingga sepuluh jenis smartphone bersistem operasi WM pada 2009 saja.

    Di samping LG dan Acer, ada satu lagi pendukung baru WM yang potensial untuk mendongkrak pangsa pasar global WM, yaitu aliansi produsen alat navigasi GPS terbesar dunia Garmin Ltd dan produsen motherboard terbesar dunia ASUSTeK Computer Inc (Asus). Pada awal tahun ini, aliansi itu memperkenalkan smartphone WM bernama Garmin-Asus nuvifone M20.

    Sumber : www.okezone.com

    Ditulis dalam Gadget, Komputer, Microsoft, Teknologi | Bertanda: , , , | Leave a Comment »