M4, Keunggulan, dan Kelemahan

Posted: 8 Januari 2009 in Blogroll
Tag:,

M4 Carbine

Banyak orang heran mendengar AD AS menjatuhkan pilihan pada M4 Carbine sebagai pengganti M16. Kritikan bertubi-tubi seakan menghujani AD AS. Padahal M4 hanya senjata carbine, yang notabene dipakai sebagai senjata garis belakang. Apa yang dimiliki oleh M4, sehingga menjadi pilihan AS dalam menggantikan kakak kandungnya, M16?

Jika ditarik kembali ke era Perang Vietnam, dapat dilihat bahwa pasukan AS—baik reguler dan khusus—yang tergabung dalam MACV-SOG (Military Assistance Command Vietnm Study and Observation Group), memang dengan sengaja diberi M16 yang larasnya sudah diperpendek, dengan julukan CAR-15/XME-177EI/E2. Dengan bentuknya yang ringkas, keluarga CAR-15 mampu menawarkan kemampuan yang nyaris sama dengan M16. Padahal, CAR-15 tidak pernah dirilis secara resmi oleh AB AS, sehingga tidak ada kode resmi, selain julukan Colt Commando/Carbine.

Tiap kali Colt merilis pengembangan baru dari M16, adik-adiknya akan menyusul dengan laras yang diperpendek dan popor dorong. Ketika Colt meluncurkn M16A pada tahun 1982, varian M16A Carbine menyusul pula tidak lama kemudian. Kemudian, muncul keluhan bahwa M16A Carbine tidak memberikan nilai tambah, selain hanya bentuknya yang lebih ringkas.

Keluhan ini menunjukkan kebosanan yang bersifat merusak. Ini sangat berbahaya, karena kemungkinan pengguna akan beralih ke pabrikan lain. Maka, tim perancang Colt bekerja keras untuk menyelamatkan Colt.

Pada September 1984, tim desainer Colt, yang terdiri atas Henry “Hank” Tatro, Seth Bradbury, dan Harold Waterman mengadakan rapat pertama untuk mengoperasi M16A2 Carbine. Tidak hanya facelift, tetapi banyak sekali perubahan. Yang penting, kenyamanan operator menjadi prioritas utama. Sebagai pembeda, versi terbaru ini diberi kode XM4 atau Experimental Model 4.

Saat merancang XM4, para desainer tidak berani menghilangkan ciri khas dari M16 warisan Stoner, yaitu receiver yang terpisah secara horizontal ke dalam upper dan lower receiver, yang dikunci dengan pivot pin. Yang diubah hanya upper receiver. Rail ditambhakan dengan standar Picatinny mil-std 1913. Sehingga, carry handle harus diubah menjadi lepas pasang. Untungnya, flattop receiver sudah dikembangkan Henry Tatro pada 1970-an, sehingga adaptasi tidak memakan waktu lama.

Sistem penembakan XM4 masih seperti M16, yaitu direct impingement. Gas hasil penembakan di laras dibuang ke belakang ke arah blok yang menyatu dengan pengokang. Pokoknya banyak deh modifikasi yang dilakukan terhadap XM4. Ada satu kata yang mewakili penjelasan modifikasi M16 menjadi XM4, yaitu :panjang.

Ketika AB AS diberitahu Colt mengenai pengembangan XM4 pada Maret 1985, mereka langsung tertarik dan menyetujui pembuatan 40 prototipe pada Juni tahun yang sama. Penyetujuan ini membuat Colt bekerja secara penuh. Akhirnya, pada Februari 1986, Colt sudah siap dengan 40 prototipenya. Dan prototype ini lansung dikirim ke ARDEC (Armament, Research, Development and Engineering Center) untuk diuji coba.

Kehadiran XM4 memaksa banyak pihak di kalangan AB AS harus menoleh. Bahkan TACOM (Tank-Automotive and Armament Command) yang sudah yakin dengan XM4, langsung memasukkan XM4 ke daftar ujicoba. USMC (United States Marine Corps) adalah yan pertama kali menstandarisasi XM4 menjadi M4 ke dalam jajarannya, dengan tujuan mempersenjatai unit khusus Navy SEAL (bukan SEAL game online lho…) dan terutama Force Recon. Sayangnya, upaya USMC dijegal oleh kongres yang berusaha memperketat anggaran seiring jatuhnya Uni Soviet. Lagi-lagi, usaha USMC gagl lagi saat perang Teluk, saat Bill Clinton selaku Presiden AS kembali memperketat anggaran perang. Akhirnya, Colt bernafas lega setelah USSOCOM sebagai coordinator pasukan khusus AS (minus Force Recon dan Navy SEAL) , memilih M4A1 untuk mempersenjatai seluruh pasukan khusus AS dengan memesan 6.000 pucuk disusul AD memesan 24.000 pucuk M4 pada Agustus 1994.

Sebenarnya, keunggulan paling dasar dari M4 adalah bentuknya yang ringkas. Namun ada lagi, yaitu

ü Pada M203 awal, operator harus membuka sekrup untuk memasang pengait. Sedangkan M4, cukup membuka Quick Release Bracket.

ü Handyguard pada M4 berbentuk tubular dengan lebih tebal untuk menahan panas.

ü Popor model dorong. Ini lebih nyaman daripada popor Hk G36, FNC, AK-47S, bakan Galil.

Sedangkan kelemahannya adalah

Ø Jarak efektif menjadi berkurang, karena larasnyayang pendek. Menjadi 300-400 meter.

Ø Bolt pada M4 mudah macet.

Ø Kecepatan least peluru menurun.

Dikutip dari : Majalah CommandoVolume III Edisi no.6 Tahun 2007.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s